GAPEMBI: 28.800 Dapur MBG Dibangun Tanpa APBN, Investasi Capai Rp90 Triliun
LAMPUNGKU.ID, BANDAR LAMPUNG Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (GAPEMBI), Alven Stony, menegaskan bahwa pembangunan puluhan ribu dapur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sepenuhnya berasal dari investasi swasta, bukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Pernyataan tersebut disampaikan saat pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) GAPEMBI Provinsi Lampung di Ballroom Hotel Radisson, Selasa (19/5/2026).
Alven mengungkapkan, hingga saat ini telah berdiri sekitar 28.800 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia. Ia menyebut pencapaian tersebut sebagai capaian besar yang belum pernah terjadi sebelumnya.
“Tidak pernah dalam sejarah, sekitar 28.800 fasilitas bisa dibangun dalam waktu satu tahun,” ujar Alven.
Ia menjelaskan, setiap dapur membutuhkan investasi rata-rata Rp3 miliar, sehingga total nilai investasi yang digelontorkan mitra mencapai sekitar Rp90 triliun.
“Hampir 30 ribu dapur dikali Rp3 miliar, artinya sekitar Rp90 triliun. Ini dana mitra, bukan dana APBN,” tegasnya.
Menurutnya, percepatan pembangunan tersebut tidak akan mungkin terjadi jika seluruhnya mengandalkan anggaran pemerintah melalui mekanisme tender.
“Kalau semua menggunakan dana APBN dan proses tender, pembangunan sebanyak itu tidak akan selesai dalam satu tahun,” katanya.
Alven juga membantah anggapan bahwa mitra MBG telah menikmati keuntungan besar.
Ia menegaskan, sebagian besar mitra masih dalam tahap pengembalian modal.
“Sampai hari ini kami para mitra belum balik modal. Estimasi pengembalian sekitar dua tahun,” ujarnya.
Ia menilai, narasi yang menyebut pengelola dapur menikmati keuntungan besar tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Alven meminta dukungan pemerintah daerah dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk membantu meluruskan informasi yang keliru di masyarakat.
“Kami berharap pemerintah daerah ikut membantu meluruskan informasi yang keliru agar masyarakat memahami program ini secara utuh,” katanya.
Sebagai informasi, SPPG merupakan unit dapur dalam program MBG yang bertugas memproduksi dan mendistribusikan makanan bergizi kepada masyarakat.
Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi melalui keterlibatan pelaku usaha lokal.(*)



