Kapolsek Mesuji Timur Gerak Cepat Redam Ketegangan Pasca Pembakaran Ponpes Nurul Jadid

Kapolsek Mesuji Timur Gerak Cepat Redam Ketegangan Pasca Pembakaran Ponpes Nurul Jadid
Kapolsek Mesuji Timur Bersama Tokoh Masyarakat Pasca Pembakaran Ponpes Nurul Jadid / Foto Humas Polsek

LAMPUNGKU.ID, MESUJI Pasca terjadinya peristiwa perusakan dan pembakaran fasilitas Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Jadid, Kapolsek Mesuji Timur bersama personel kepolisian bergerak cepat dengan melaksanakan kegiatan sambang dan silaturahmi kepada tokoh masyarakat (tomas), tokoh adat (toda), serta perangkat desa di wilayah setempat.

Kegiatan ini bertujuan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif sekaligus mencegah timbulnya ketegangan baru di tengah masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolsek Mesuji Timur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan perangkat desa agar tetap menjaga persatuan serta bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif," tegas Kapolsek. Minggu,(10/5/2026).

"Jangan mudah terpancing isu maupun ajakan yang dapat menimbulkan gangguan keamanan,” lanjutnya.

Ia menekankan bahwa pihak kepolisian akan menangani peristiwa perusakan dan pembakaran Ponpes Nurul Jadid secara profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami pastikan setiap peristiwa yang meresahkan masyarakat akan ditindaklanjuti secara hukum. Mohon percayakan proses penanganannya kepada kami,” tambahnya.

Selain itu, Kapolsek juga meminta masyarakat untuk segera melapor kepada pihak kepolisian apabila mengetahui atau mencurigai adanya potensi gangguan kamtibmas di lingkungan masing-masing.

“Peran aktif masyarakat sangat kami perlukan. Jika ada informasi atau indikasi gangguan keamanan, segera sampaikan kepada kami agar bisa cepat ditindaklanjuti,” ujarnya.

Kehadiran polisi di tengah masyarakat dalam kegiatan sambang ini mendapat respons positif dari para tokoh masyarakat, tokoh adat, dan perangkat desa. Mereka menyatakan siap mendukung langkah-langkah kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Mesuji Timur.

Para tokoh juga sepakat untuk membantu menenangkan warga, meluruskan informasi yang beredar, serta memperkuat komunikasi dengan aparat keamanan demi mencegah konflik meluas. Dengan sinergi tersebut, diharapkan situasi di sekitar Ponpes Nurul Jadid dan wilayah sekitarnya tetap aman dan terkendali.(*)

Editor: Suprapto