14 Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Lampura Kembali Beroperasi Usai Penuhi Syarat Higiene
LAMPUNGKU.ID, LAMPUNG UTARA Polemik penghentian operasional 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Lampung Utara akhirnya diluruskan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Seluruh dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut kini kembali beroperasi setelah melengkapi persyaratan, termasuk pengurusan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Koordinator BGN Lampung Utara, Anggi Prasetyo, menjelaskan bahwa penghentian operasional yang terjadi sejak Maret 2026 merupakan langkah penertiban untuk menjaga kualitas layanan MBG.
“Penghentian itu bersifat sementara. Setelah seluruh persyaratan dipenuhi, terutama pengurusan SLHS, operasional kembali dibuka sejak awal April,” ujar Anggi, Rabu (6/5/2026).
Anggi menegaskan, informasi sebelumnya dari Satuan Tugas MBG mengenai penghentian operasional tidak sepenuhnya keliru, tetapi sudah tidak sesuai dengan kondisi terkini.
“Secara data memang sempat dihentikan, tetapi sekarang sudah aktif kembali, termasuk di wilayah Hulu Sungkai,” jelasnya.
Sebelumnya, Ketua Satgas Pengawasan dan Pembinaan MBG Lampung Utara, Mat Sholeh, menyebutkan bahwa 14 SPPG berhenti beroperasi, dengan rincian 10 unit dicabut izin operasionalnya dan 4 unit berhenti tanpa surat resmi. Pernyataan tersebut memicu kebingungan di masyarakat karena dinilai tidak mencerminkan situasi terbaru.
BGN menilai perbedaan informasi itu muncul akibat belum sinkronnya pembaruan data antara masa penghentian sementara dan proses reaktivasi operasional.
Anggi menekankan bahwa kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) menjadi syarat mutlak keberlangsungan program MBG. Pelanggaran sebelumnya, mulai dari aspek higienitas yang belum terpenuhi hingga ditemukannya makanan tidak layak konsumsi, menjadi alasan utama penertiban.
“Perintah BGN tegas. Semua dapur wajib memenuhi standar, karena ini menyangkut kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Saat ini, jumlah SPPG di Lampung Utara tercatat sebanyak 73 unit dan segera bertambah menjadi 76 unit. Ke depan, jumlah dapur diperkirakan meningkat hingga 125 unit untuk memperluas jangkauan layanan. Setiap dapur melayani sekitar 1.000 hingga 3.000 penerima manfaat sehingga kualitas pengelolaan menjadi perhatian utama.
Di tingkat lapangan, klarifikasi BGN diperkuat oleh pemerintah kecamatan. Camat Hulu Sungkai, Zulham A. Razak, memastikan program MBG tetap berjalan di wilayahnya.
“Dari dua dapur yang ada, satu masih dalam tahap pembangunan dan satu lainnya aktif beroperasi,” ungkapnya.
Informasi yang berkembang di masyarakat juga menunjukkan distribusi makanan masih berlangsung, meskipun sebelumnya sempat muncul kabar penghentian operasional.
Polemik ini menjadi catatan penting dalam pengelolaan program MBG ke depan. Sejumlah pihak menilai perlu penguatan koordinasi antar pemangku kepentingan agar informasi yang disampaikan ke publik tidak menimbulkan keresahan.
Minimnya inspeksi mendadak serta lambatnya pembaruan data dinilai sebagai celah yang harus segera diperbaiki.
BGN mengimbau seluruh pengelola SPPG untuk disiplin menjalankan SOP dan segera melengkapi seluruh persyaratan teknis.
Dengan pengawasan yang lebih ketat dan koordinasi yang solid, program MBG diharapkan tetap berjalan optimal sebagai upaya pemenuhan gizi masyarakat.(*)



