KURDA Bunga 4 Persen Dorong Peternak Lampung Timur Naik Kelas
LAMPUNGKU.ID, LAMPUNG TIMUR Pemerintah Kabupaten Lampung Timur terus memperkuat sektor peternakan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA) dengan bunga rendah.
Program tersebut disosialisasikan kepada masyarakat, pelaku UMKM, dan peternak di Desa Raman Endra, Kecamatan Raman Utara, Jumat (10/7/2026).
Kegiatan ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung, PT BPRS Lampung Timur, dan PT Great Giant Livestock (GGL) sebagai mitra strategis pengembangan usaha peternakan.
Sekretaris Daerah Lampung Timur, Rustam Effendi, yang mewakili Bupati Ela Siti Nuryamah, mengatakan bahwa daerahnya memiliki potensi besar sebagai salah satu sentra peternakan sapi di Provinsi Lampung.
Namun, keterbatasan modal dan akses pasar masih menjadi tantangan utama yang dihadapi peternak.
“Melalui kebijakan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur yang didukung OJK dan PT GGL, kami menghadirkan program KURDA melalui PT BPRS Lampung Timur agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, pelaku UMKM, dan para peternak untuk mengembangkan usahanya,” kata Rustam Effendi.
Menurut Rustam, program KURDA menawarkan skema pembiayaan dengan bunga hanya 4 persen, lebih rendah dibandingkan kredit usaha rakyat pada umumnya.
Selain itu, persyaratan yang mudah diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan yang legal, aman, dan terjangkau.
Ia menjelaskan, program tersebut tidak hanya menyediakan akses permodalan, tetapi juga menerapkan pola kemitraan yang terintegrasi.
Dalam pola tersebut, PT BPRS Lampung Timur menyediakan pembiayaan, sedangkan PT GGL menjamin pembelian hasil ternak sekaligus memberikan pendampingan teknis kepada peternak.
“Kami berharap pola kemitraan ini mampu meningkatkan produktivitas peternak, menambah pendapatan masyarakat, serta mendukung upaya swasembada daging dan stabilitas harga daging di Lampung Timur,” ujarnya.
Rustam juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan program tersebut secara bertanggung jawab demi meningkatkan kesejahteraan keluarga dan memperkuat perekonomian daerah.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandi, mengungkapkan bahwa program tersebut berawal dari proyek percontohan yang dijalankan bersama PT GGL pada Desember 2025.
Program itu melibatkan empat peternak dan menunjukkan hasil yang menggembirakan hingga pembiayaan dapat diselesaikan menjelang Iduladha.
“Keberhasilan program percontohan itu menjadi dasar pengembangan program yang lebih luas di Lampung Timur dengan dukungan PT BPRS Lampung Timur sebagai bank milik daerah,” kata Otto.
Ia menambahkan, salah satu keunggulan program di Lampung Timur adalah bunga pembiayaan yang hanya 4 persen, lebih rendah dibandingkan skema sebelumnya yang menggunakan KUR dengan bunga 6 persen.
Menurut Otto, program ini menerapkan sistem closed loop atau ekosistem peternakan terintegrasi.
Pemerintah daerah dan PT BPRS Lampung Timur menyediakan pembiayaan, sementara PT GGL berperan sebagai pembeli hasil ternak (offtaker) sekaligus penyedia bibit, pakan, dan pendampingan teknis.
Pada tahap awal, program tersebut menargetkan 50 peternak dengan kapasitas penggemukan masing-masing 10 ekor sapi.
Ke depan, jumlah peserta ditargetkan meningkat hingga 100 peternak dan diperluas ke sektor pembibitan sapi.
“Kami berharap program ini dapat menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor peternakan sehingga keberlanjutan usaha peternakan di Lampung Timur tetap terjaga dan menjadi contoh bagi daerah lain,” ujar Otto.(*)

