BRI Bangun TPST RDF di Lampung Timur, Solusi Sampah Jadi Bernilai Ekonomi
LAMPUNGKU.ID, LAMPUNG TIMUR PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Branch Office (BO) Metro menyerahkan bantuan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berbasis Refuse Derived Fuel (RDF) di Desa Rantau Jaya Udik, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur, Kamis (9/7/2026).
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Pemimpin Cabang BRI BO Metro, Haris Hanafi Nasution, kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dan diterima oleh Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah.
Kegiatan itu juga dihadiri kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Camat Sukadana, serta sejumlah tamu undangan.
Haris Hanafi Nasution mengatakan pembangunan TPST berbasis RDF merupakan wujud kepedulian BRI terhadap pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Menurutnya, fasilitas tersebut tidak hanya membantu mengurangi persoalan sampah, tetapi juga mampu menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat.
“Melalui teknologi ini, sampah tidak hanya dikelola agar tidak mencemari lingkungan, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang bernilai ekonomis, seperti batako dan pupuk kompos. Kami berharap fasilitas ini dapat mengurangi beban tempat pembuangan akhir sekaligus menjadi solusi untuk menggantikan sistem pembuangan terbuka (open dumping),” kata Haris.
Ia berharap sinergi antara BRI dan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dapat terus terjalin melalui berbagai program pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menyampaikan apresiasi atas kontribusi BRI dalam mendukung pembangunan daerah melalui program TJSL.
“Kolaborasi seperti ini sangat kami butuhkan. Pembangunan daerah tidak bisa hanya mengandalkan APBD. Dukungan dunia usaha melalui program CSR menjadi bagian penting dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan,” ujar Ela.
Menurut Ela, TPST berbasis RDF tersebut memiliki kapasitas pengolahan sekitar 10 ton sampah per hari. Meskipun masih menjadi langkah awal, fasilitas itu dinilai mampu membantu penanganan sampah di Lampung Timur yang saat ini mencapai sekitar 580 ton per hari.
Untuk mendukung efektivitas pengelolaan sampah, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur menerapkan sistem zonasi guna menekan biaya pengangkutan, mengingat luas wilayah kabupaten yang cukup besar.
Selain itu, pemerintah daerah terus mendorong masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik sejak dari sumbernya. Sampah plastik yang sulit terurai juga dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan batako sehingga memiliki nilai tambah.
Ela berharap pengelolaan sampah di Lampung Timur ke depan dapat berkembang seperti yang diterapkan di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang telah mengelola sampah secara profesional hingga menghasilkan bahan bakar alternatif pengganti batu bara.
“Kami berharap keberhasilan kerja sama dengan BRI ini dapat menjadi contoh dan menginspirasi perbankan maupun perusahaan lain di Lampung Timur untuk berkontribusi melalui program CSR demi mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan,” tuturnya.(*)

