Lensa Energi PHE: Membuka Jendela Dunia bagi Anak-Anak di Pulau Kelapa
LAMPUNGKU.ID, JAKARTA Bagi sebagian besar siswa, tulisan di papan tulis adalah jendela utama menuju ilmu pengetahuan. Namun, bagi sebagian lainnya, huruf-huruf tersebut hanyalah bayangan samar.
Banyak anak yang terpaksa duduk di bangku paling depan sambil memicingkan mata, berusaha menebak materi yang sedang diajarkan oleh guru mereka.
Menyadari tantangan kesehatan indra penglihatan yang sering luput dari perhatian ini, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina meluncurkan inisiatif Community Involvement & Development (CID) bertajuk "SHU Eco-Vation Day: Lensa Energi". Program ini difokuskan pada peningkatan kesehatan mata anak-anak usia sekolah dasar di wilayah operasi perusahaan.
Kegiatan perdana dilaksanakan di SDN 01 Pagi Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, pada Rabu (22/7/2026). Sebanyak lebih dari 160 siswa kelas V dan VI dari SDN 01 serta SDN 02 Pagi Pulau Kelapa mengikuti pemeriksaan mata secara menyeluruh.
Inisiatif ini merupakan langkah awal dari program besar yang akan menjangkau 15 wilayah operasi PHE dari Sumatra hingga Indonesia Timur, dengan target total lebih dari 2.200 siswa penerima manfaat.
Direktur Manajemen Risiko PT Pertamina Hulu Energi, Whisnu Bahriansyah, menjelaskan bahwa kehadiran Pertamina tidak hanya bertujuan untuk menjaga ketahanan energi nasional, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat.
"Masyarakat Pulau Kelapa merupakan tetangga terdekat dari wilayah operasi kami di perairan lepas pantai. Kami percaya bahwa keberhasilan sebuah perusahaan tidak hanya diukur dari angka produksi, tetapi juga dari jejak manfaat yang ditinggalkan agar masyarakat dapat tumbuh bersama secara harmonis," ujar Whisnu dalam sambutannya.
Ia menambahkan bahwa program Lensa Energi lahir dari semangat penggabungan ekosistem dan inovasi (eco-vation). Masalah kesehatan mata dipilih karena dampaknya yang bersifat jangka panjang namun sering kali tidak disadari oleh orang tua maupun anak itu sendiri.
"Seorang anak yang kesulitan membaca tulisan di papan tulis mungkin dianggap kurang fokus atau kurang mampu secara akademik. Padahal, ia hanya membutuhkan sepasang kacamata untuk melihat dunia dengan lebih jelas," imbuhnya.
Senada dengan hal tersebut, Bupati Administrasi Kepulauan Seribu, Muhammad Fadjar Churniawan, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah nyata PHE.
Ia menilai pemeriksaan mata (screening) dan pemberian kacamata gratis ini sangat membantu warganya yang memiliki keterbatasan akses kesehatan spesialis.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran PHE atas bantuan yang sangat bermanfaat ini bagi siswa-siswi kami di Pulau Kelapa. Ini adalah bentuk kepedulian yang luar biasa bagi masa depan generasi muda di wilayah kami," tutur Muhammad Fadjar.
Program ini juga selaras dengan implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) perusahaan serta mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-3 tentang kesehatan dan poin ke-4 tentang pendidikan berkualitas. Melalui bantuan ini, PHE berharap anak-anak Indonesia dapat menatap masa depan dengan lebih yakin dan penuh harapan.(*)

