Soto dan Pecel Siram Khas Jogja di Kotabumi, Jadi Tempat Favorit Sarapan Warga

Soto dan Pecel Siram Khas Jogja di Kotabumi, Jadi Tempat Favorit Sarapan Warga
Kedai Soto dan Pecel Siram khas Yogyakarta.

LAMPUNGKU.ID, LAMPUNG UTARA Kabar menggembirakan bagi pencinta kuliner Nusantara, khususnya penggemar masakan khas Yogyakarta. Sebuah kedai sederhana namun penuh cita rasa hadir di Jalan Kapten Mustofa, Kebun 4, Tanjung Harapan, Kotabumi Selatan, Lampung Utara, dan langsung menyita perhatian warga.

Kedai milik Wiwik Laksita ini menawarkan sajian autentik khas Jogja, seperti soto daging dan nasi pecel siram, dengan racikan rasa yang mantap dan disebut-sebut mirip dengan Soto Kadipiro Yogyakarta, salah satu soto legendaris di Kota Gudeg itu.

Sejak dibuka, kedai ini menjadi pilihan favorit untuk sarapan hingga makan siang. Aroma kuah soto yang gurih berpadu dengan potongan daging empuk menghadirkan sensasi hangat di pagi hari. 

Sementara itu, nasi pecel siram dengan bumbu kacang khas Jogja menyuguhkan perpaduan rasa manis, gurih, dan sedikit pedas, disajikan dengan taburan peyek udang rebon yang renyah.

Ragam lauk pendamping turut melengkapi pengalaman bersantap. Pengunjung dapat memilih tempe mendoan hangat, sate telur puyuh, ati ampela, sate paru, hingga peyek udang rebon. 

Kombinasi menu tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan yang ingin menikmati sajian lengkap ala angkringan Jogja.

“Menu kami memang kami hadirkan dengan cita rasa asli Jogja. Harapannya, masyarakat Lampung Utara bisa merasakan sensasi kuliner khas kampung halaman tanpa harus jauh-jauh ke Yogyakarta,” ujar Wiwik Laksita, pemilik kedai asal Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta, saat ditemui Sabtu (9/5/2026).

Dari sisi harga, kedai ini terbilang ramah di kantong. Nasi soto daging dibanderol Rp18.000 per porsi, nasi soto ayam kampung Rp15.000, dan nasi pecel siram plus telur bulat Rp13.000. 

Aneka sate seperti sate paru, ati ampela, dan telur puyuh dijual Rp5.000 per tusuk, sedangkan tempe mendoan hanya Rp1.000 per potong.

Untuk minuman, kedai ini menyediakan es jeruk, jeruk panas, serta racikan teh panas khas yang diklaim berbeda dari teh pada umumnya. Teh tersebut terasa lebih segar dan meninggalkan kesan tersendiri di setiap tegukan.

Antusiasme pelanggan terus meningkat. Tina, warga Tanjung Senang, mengaku menjadikan kedai ini sebagai langganan sarapan.

“Soto dagingnya enak, apalagi dipadukan sate-satean dan mendoan. Ditambah teh panasnya yang beda, pas sekali untuk memulai hari,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Ari, warga Tanjung Aman, yang mengaku telah menjadi pelanggan sejak kedai ini masih berjualan di pelataran Islamic Center.

“Sekarang sudah menetap di sini, saya hampir setiap pagi sarapan bersama keluarga. Rasanya cocok di lidah,” katanya.

Sementara itu, Yan, warga Kelapatujuh, menjadikan nasi pecel siram sebagai menu favoritnya.

“Bumbunya pas, ada gurih dari peyek udang rebon, sedikit manis dan pedas. Mantap kalau ditambah teh panasnya,” ujarnya.

Kedai ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB dan tutup setiap hari Jumat. Dengan cita rasa autentik, harga terjangkau, dan suasana sederhana yang hangat, kedai soto dan pecel siram khas Jogja ini layak menjadi destinasi kuliner baru di Kotabumi bagi siapa pun yang ingin bernostalgia dengan masakan Jogja atau sekadar mencari sarapan lezat.(*)

Editor: Muklis