Disdikbud Metro Prihatin Tujuh Pelajar Digerebek Pesta Miras di Kos, Sekolah dan Orang Tua Diminta Perketat Pengawasan
LAMPUNGKU.ID, METRO Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Metro, Agus Muhammad Septiana, menyatakan keprihatinannya atas penggerebekan tujuh pelajar yang diduga menggelar pesta minuman keras (miras) disertai aktivitas sesama jenis di sebuah rumah kos.
Menurut Agus, peristiwa yang melibatkan peserta didik usia sekolah itu menjadi peringatan serius bagi semua pihak, baik sekolah maupun orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap perilaku remaja di luar jam belajar.
“Perilaku mengonsumsi minuman keras di luar pengawasan orang tua, apalagi disertai aktivitas di rumah kos tanpa izin, sangat berisiko terhadap keselamatan, kesehatan, dan masa depan peserta didik,” ujarnya.
Agus menegaskan, Disdikbud Metro telah menginstruksikan seluruh satuan pendidikan di Kota Metro agar mengambil langkah preventif guna mencegah kejadian serupa terulang.
“Kami meminta para kepala sekolah, guru, dan wali kelas untuk memperketat pengawasan terhadap siswa, terutama yang tinggal di rumah kos atau jauh dari orang tua,” tegasnya.
Ia menilai, komunikasi aktif dengan orang tua atau wali murid menjadi kunci untuk memastikan keberadaan dan aktivitas siswa di luar sekolah tetap terpantau.
Selain itu, peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) juga diminta lebih dioptimalkan. Guru BK diharapkan proaktif dalam melakukan pendampingan, deteksi dini terhadap potensi masalah remaja, serta memberikan layanan konseling secara rutin.
“Pendekatan yang dilakukan harus persuasif dan edukatif, sehingga siswa merasa nyaman untuk terbuka dan mendapatkan arahan yang tepat,” tambahnya.
Imbauan juga disampaikan kepada para orang tua agar lebih peduli terhadap aktivitas anak. Orang tua diminta memastikan mengetahui lingkungan pergaulan, teman, serta kegiatan yang diikuti anak di luar rumah.
“Bangun komunikasi yang terbuka tanpa menghakimi, supaya anak merasa aman untuk bercerita. Ini penting agar orang tua dapat lebih cepat mengetahui jika ada penyimpangan perilaku,” jelas Agus.
Khusus bagi orang tua yang anaknya tinggal di kos, ia menekankan pentingnya koordinasi rutin dengan pemilik kos dan pihak sekolah untuk memastikan pengawasan berjalan efektif.
“Melalui sinergi antara sekolah, orang tua, dan lingkungan masyarakat, kami berharap pembinaan terhadap generasi muda dapat berjalan optimal sehingga mereka terhindar dari perilaku berisiko yang bisa merusak masa depan,” pungkasnya.(*)



