Lebih dari Setengah Dapur Program Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene Sanitasi

Lebih dari Setengah Dapur Program Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene Sanitasi
Foto Istimewa

LAMPUNGKU.ID, JAKARTA Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menekankan standar keamanan pangan yang lebih ketat di seluruh Indonesia. 

Hingga 22 Mei 2026, lebih dari setengah dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah mengantongi Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Berdasarkan laporan resmi BGN, jumlah SPPG yang beroperasi saat ini mencapai 29.225 unit yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 16.046 SPPG atau sekitar 55 persen telah memiliki sertifikat SLHS sebagai bukti kelayakan standar kebersihan dan keamanan pangan.

“Sebanyak 16.046 SPPG telah memiliki Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS) atau 55 persen dari total SPPG operasional,” demikian keterangan dalam laporan BGN. Sabtu,(23/5/2026).

Pemerintah juga terus mempercepat proses sertifikasi bagi dapur MBG lainnya. 

Saat ini, sebanyak 2.646 SPPG tengah dalam proses penerbitan sertifikat, sementara 10.533 SPPG lainnya berada dalam tahap persiapan pengajuan.

Untuk memperkuat sistem pengawasan, pemerintah mulai menerapkan skema akreditasi bertahap pada 2026. 

Akreditasi tersebut dibagi dalam tiga kategori, yakni Unggul (A), Sangat Baik (B), dan Baik (C), guna memastikan kualitas layanan tetap terjaga di setiap dapur MBG. 

Selain itu, BGN juga meningkatkan pengawasan terhadap operasional SPPG, termasuk pemberian sanksi bagi yang belum memenuhi standar. 

Pada minggu ketiga Mei 2026, tercatat sebanyak 1.152 SPPG berstatus dihentikan sementara (suspend) karena pelanggaran tertentu.

“Per tanggal 19 Mei, jumlah SPPG suspend 1.152 dan telah operasional kembali 3.429,” tulis laporan tersebut. 

SPPG yang terkena sanksi umumnya belum memenuhi persyaratan infrastruktur, belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), atau belum mendaftarkan diri untuk memperoleh sertifikasi SLHS. 

Serangkaian langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program strategis nasional untuk meningkatkan status gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan.(*)

Editor: Muklis