55 Santri Ponpes Daarul Khair Kotabumi Resmi Diwisuda, Tegaskan Peran Akhlak di Era Modern

55 Santri Ponpes Daarul Khair Kotabumi Resmi Diwisuda, Tegaskan Peran Akhlak di Era Modern
Pimpinan Ponpes Daarul Khair Lampung Utara, KH. Andi Komarhadi / Furkon Ari

LAMPUNGKU.ID, LAMPUNG UTARA Suasana khidmat, haru, dan penuh kebanggaan menyelimuti Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Khair Kotabumi, Lampung Utara, saat mewisuda sebanyak 55 santri dalam rangkaian Milad ke-35, Wisuda Santri Angkatan XXX, Haul Muassis IX, dan Tabligh Akbar, Sabtu (23/5/2026).

Sebanyak 55 santri yang diwisuda terdiri dari 26 santri kelas VI (setara kelas XII SMA) dan 29 santri tahfiz Al-Qur’an. 

Momentum tersebut mengusung tema “Santri Berakhlak, Umat Bermartabat”, sebagai penegasan bahwa pendidikan pesantren tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak.

Ketua Yayasan Daarul Khair, Dr. KH. Sanusi Marzuki, M.Sy., menegaskan bahwa wisuda tahun ini menjadi bagian penting dari refleksi perjalanan pesantren yang telah memasuki usia ke-35 tahun.

"Pesantren memiliki tanggung jawab untuk menyiapkan generasi yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga menjaga akhlak, nilai kebangsaan, dan kepedulian sosial,” ujar Sanusi.

Ia menambahkan bahwa tantangan pendidikan semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial masyarakat.

Selain prosesi wisuda, kegiatan juga diisi dengan Haul Muassis IX sebagai bentuk penghormatan kepada pendiri pesantren, KH Abdul Syukur Syah. 

Rangkaian acara ditutup dengan tabligh akbar yang menghadirkan penceramah KH Abdul Ghofurrohim atau yang dikenal sebagai Ki Apung dari Serang, Banten.

Pimpinan Ponpes Daarul Khair, KH Andi Komarhadi, menyampaikan bahwa keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat semangat pendidikan dan dakwah,” kata Andi.

Ia juga menyebutkan bahwa para santri yang telah diwisuda memiliki peluang luas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, bahkan hingga ke luar negeri.

“Banyak alumni santri kami yang melanjutkan studinya ke luar negeri, seperti Mesir dan Yaman,” tambahnya.

Acara tersebut turut dihadiri Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pengurus Nahdlatul Ulama Lampura, Dewan Masjid Indonesia (DMI), Kementerian Agama Lampura, para pimpinan pondok pesantren, serta anggota DPRD Provinsi Lampung, M. Azmi Ishaq.

Memasuki usia ke-35 tahun, Ponpes Daarul Khair terus menjadikan momentum milad sebagai sarana memperkuat konsolidasi pendidikan berbasis keagamaan, sekaligus menegaskan peran pesantren dalam mencetak generasi muda yang adaptif tanpa meninggalkan nilai moral dan spiritual.(*)

Editor: Muklis