Pelaku Penembakan Pedagang Ayam Geprek Serahkan Diri, Wakil Bupati Turun Tangan

Pelaku Penembakan Pedagang Ayam Geprek Serahkan Diri, Wakil Bupati Turun Tangan
Wakil Bupati Lampung Utara, Romli Bersama Keluarga Pelaku Menyerahkan Pelaku kepada Pihak Polres Lampung Utara

LAMPUNGKU.ID, LAMPUNG UTARA Peristiwa berdarah yang mengguncang warga Kota Metro akhirnya menemui titik terang. 

Fajar (21), pelaku penembakan yang menewaskan Dedi Kristian Agung (40), seorang pedagang ayam geprek, resmi menyerahkan diri kepada pihak kepolisian pada Minggu (24/5/2026).

Penyerahan pelaku berlangsung di Mapolres Lampung Utara dan dilakukan secara langsung oleh Wakil Bupati Lampung Utara, Romli, bersama keluarga pelaku. 

Fajar kemudian diterima oleh Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Lampung, Kombes Pol Indra Hermawan.

Romli menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab moral sekaligus komitmen untuk mendukung proses hukum yang berlaku.

“Maka hari ini, kami dari pemerintah daerah bersama pihak keluarga menyerahkan pelaku ke Polres Lampung Utara,” ujar Romli.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban serta pihak kepolisian atas kejadian yang memicu keresahan masyarakat.

“Kami memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi. Kami mendukung penuh proses hukum. Salah katakan salah, benar katakan benar,” tegasnya.

Dalam penyerahan tersebut, pihak keluarga turut menyerahkan sejumlah barang bukti, antara lain satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver beserta dua butir amunisi aktif, sepeda motor yang digunakan pelaku, serta pakaian yang dikenakan saat kejadian.

Sementara itu, Kombes Pol Indra Hermawan belum memberikan keterangan rinci terkait kasus ini.

“Besok saja di Polda,” ujarnya singkat kepada awak media.

Peristiwa penembakan yang menewaskan seorang pedagang ayam geprek di Jalan Khair Bras (kawasan Jembatan Item), Kelurahan Ganjar Asri, Kecamatan Metro Barat, Sabtu malam, 23 Mei 2026, sekitar pukul 20.00 WIB.

Korban diketahui bernama Dedi Kristian Agung (40), warga Jalan Fajar Asri, Kelurahan Ganjar Asri, yang merupakan pemilik usaha kuliner Happy Chicken. 

Korban meninggal dunia di tempat kejadian setelah mengalami luka tembak di bagian kepala.

Peristiwa tersebut diduga bermula dari perselisihan antara korban dan pelaku terkait penagihan tunggakan utang bank keliling (rentenir).

Berdasarkan keterangan saksi, Muji, yang merupakan kakak ipar korban, kejadian bermula di depan Toko Happy Mart. 

Saat itu, pelaku datang untuk menagih utang hingga terjadi adu mulut yang berujung pada perkelahian.

“Awalnya korban dan pelaku berdebat soal utang. Tidak lama kemudian, mereka saling emosi dan terlibat perkelahian hingga ke tengah jalan,” ujar Muji di lokasi kejadian.

Situasi semakin memanas ketika pelaku tiba-tiba mengeluarkan senjata api. Dalam kondisi emosi, korban sempat menantang pelaku.

“Korban sempat berteriak, ‘Tembak saja, tembak!’,” lanjut Muji.

Pelaku kemudian melepaskan dua kali tembakan ke arah korban, serta satu tembakan ke udara sebagai peringatan. Korban seketika tergeletak bersimbah darah.

Usai melakukan aksinya, pelaku yang mengendarai sepeda motor Honda Beat warna hitam melarikan diri ke arah Intan Futsal.

Istri korban, Vita Lestari, bersama keluarga sempat membawa korban ke Rumah Sakit Mardi Waluyo, Metro. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.(*)

Editor: Muklis