Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Enam Pejabat Strategis Dilantik di Istana Negara

Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Enam Pejabat Strategis Dilantik di Istana Negara
Kepala Badan komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari

LAMPUNGKU.ID, LAMPUNG TIMUR Presiden Prabowo Subianto merombak susunan Kabinet Merah Putih dengan melantik enam pejabat baru pada upacara resmi di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4/2026). 

Perombakan ini disebut sebagai langkah penguatan kinerja pemerintahan di bidang lingkungan hidup, pangan, komunikasi, dan koordinasi strategis.

Enam pejabat yang dilantik adalah:  

1. Muhammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.  

2. Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.  

3. Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan.  

4. Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.  

5. Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi.  

6. Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan reshuffle ini dilakukan untuk menjawab tantangan baru pemerintahan.  

“Perombakan kabinet ini adalah upaya memperkuat fondasi pemerintahan agar lebih cepat, responsif, dan efektif melayani rakyat,” ujar Prabowo.

Prabowo juga meminta para pejabat baru segera bekerja dan beradaptasi dengan cepat.  

“Saya berharap saudara-saudara yang baru dilantik langsung tancap gas, memahami tugas dengan baik, dan menjaga integritas. Rakyat menunggu hasil kerja nyata,” kata Presiden.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Muhammad Jumhur Hidayat, menyatakan siap menjalankan amanah tersebut.  

“Kami akan fokus pada pengendalian kerusakan lingkungan dan penegakan aturan yang tegas, selaras dengan visi Presiden,” ucap Jumhur.

Sementara itu, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, menekankan pentingnya stabilitas pangan nasional.  

“Prioritas kami adalah menjaga ketahanan pangan, ketersediaan, dan keterjangkauan harga bagi masyarakat,” tutur Hanif.

Pengangkatan Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah dan Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi diharapkan mampu memperkuat arus informasi pemerintah kepada publik.  

“Komunikasi pemerintah harus jelas, transparan, dan mudah dipahami masyarakat,” kata Qodari.  

Di sisi lain, Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan dan Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia diminta memastikan koordinasi lintas lembaga berjalan efektif, terutama dalam isu strategis dan pengamanan arus keluar-masuk komoditas maupun hewan dan tumbuhan.(*)

Editor: Muklis