Mahasiswa BEM UI Gelar Demo Tolak Kenaikan BBM di Bundaran HI, Ribuan Personel Disiagakan
LAMPUNGKU.ID, JAKARTA Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi demonstrasi menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026) mulai pukul 13.00 WIB.
Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas potensi kemacetan yang akan terjadi selama aksi berlangsung.
“Kami memohon maaf kepada warga Jakarta, khususnya di sekitar Bundaran HI, atas kemacetan dan ketidaknyamanan yang mungkin terjadi.
Namun, kemacetan ini hanya akan berlangsung beberapa jam,” ujar Athof
Dalam aksi tersebut, BEM UI membawa lima tuntutan utama yang ditujukan kepada pemerintah, yakni menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan militerisme di ranah sipil, serta mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengakui kesalahan pemerintah.
Athof juga mengajak berbagai elemen masyarakat untuk ikut serta dalam demonstrasi tersebut.
“Kami mengajak buruh, guru, pedagang, ibu rumah tangga, komunitas pelari, dan seluruh masyarakat untuk ikut bergabung. Keadilan tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus diperjuangkan oleh rakyat,” tegasnya.
(foto Ilustrasi Aparat Kepolisian Siap Mengawal Aksi Unjuk Rasa)
Sementara itu, aparat kepolisian menyiagakan ribuan personel gabungan untuk mengamankan jalannya aksi. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menyebutkan bahwa sebanyak 4.151 personel dikerahkan.
“Sebanyak 3.651 personel Polri dan 500 personel TNI disiagakan untuk pengamanan aksi hari ini,” kata Budi.
Ia menegaskan bahwa pihaknya menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum, namun tetap mengedepankan ketertiban dan keamanan.
“Pengamanan dilakukan agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya,” ujarnya.
Selain itu, polisi juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap berbagai kemungkinan di lapangan, termasuk kepadatan lalu lintas, konvoi kendaraan, penutupan jalan secara situasional, hingga potensi gangguan terhadap fasilitas umum.
Petugas akan menerapkan rekayasa lalu lintas jika diperlukan.
“Jika terjadi kepadatan, kami akan melakukan pengalihan arus secara situasional dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat dan peserta aksi,” jelas Budi.
Polisi juga mengimbau peserta aksi untuk menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasi.
“Kami mengingatkan agar peserta aksi tidak membawa benda berbahaya, tidak merusak fasilitas umum, serta tetap menghormati pengguna jalan dan warga sekitar,” pungkasnya.(*)

