Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Atasi Krisis Sampah di Kotabumi, Alat Berat Dikerahkan Percepat Penanganan
LAMPUNGKU.ID, LAMPUNG UTARA Persoalan sampah yang sempat meluber hingga ke badan jalan di sejumlah titik wilayah Kotabumi, Lampung Utara, belum sepenuhnya teratasi.
Di tengah keterbatasan armada milik pemerintah daerah, bantuan dari sektor swasta hadir mempercepat penanganan di lapangan.
Sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kecamatan Kotabumi Selatan turut membantu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lampung Utara dengan mengerahkan alat berat dan armada pengangkut untuk membersihkan tumpukan sampah yang dikeluhkan masyarakat.
Bantuan tersebut diberikan oleh SPBU 24.345.135 yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Kota Alam, sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan dalam beberapa hari terakhir.
Penanganan darurat dilakukan setelah penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Kotabumi Ilir menimbulkan bau menyengat dan meluber hingga ke badan jalan, sehingga mengganggu kenyamanan warga.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Lampung Utara, Ferry Wijaya, menegaskan bahwa langkah percepatan dilakukan karena metode manual tidak lagi mampu mengimbangi lonjakan volume sampah.
“Kami mengambil langkah darurat karena penanganan manual tidak mampu mengejar peningkatan volume sampah. Keterbatasan armada dan antrean panjang di tempat pembuangan akhir membuat kami harus mempercepat proses evakuasi,” ujar Ferry saat meninjau lokasi, Senin (25/5/2026).
Ia menambahkan bahwa dukungan dari pihak swasta sangat membantu proses penanganan di lapangan.
“Bantuan ini sangat berarti. Kami mendapat tambahan empat unit truk angkut, satu unit ekskavator, dan satu unit shovel loader untuk mempercepat pembersihan,” katanya.
Ferry menjelaskan, pada hari tersebut pembersihan difokuskan di empat titik utama, yakni Jalan KS Tubun belakang Islamic Center Kotabumi, wilayah Sindang Sari, depan Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO), serta kawasan dekat sekolah dasar di Sindang Sari.
Meski demikian, DLH mengakui bahwa keterbatasan armada masih menjadi kendala utama dalam pelayanan persampahan di wilayah Kotabumi dan sekitarnya. Saat ini, penanganan hanya didukung sekitar 10 unit truk, yang sebagian kerap mengalami gangguan teknis.
“Kendala utama kami memang pada armada. Namun, saat ini tenaga pengangkut sudah diperkuat oleh tenaga alih daya,” jelasnya.
Perwakilan SPBU, Fadli, menyatakan pihaknya tergerak untuk ikut berkontribusi karena kondisi lingkungan yang membutuhkan penanganan cepat.
“Kami ingin berperan aktif. Ini bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan. Jika sampah dibiarkan terlalu lama, dampaknya bisa meluas, mulai dari kesehatan hingga aktivitas ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap langkah kolaboratif ini dapat mendorong perusahaan lain untuk turut serta dalam penanganan persoalan lingkungan.
Di sisi lain, DLH menekankan bahwa permasalahan sampah tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan sarana, tetapi juga perilaku masyarakat.
Kebiasaan membuang sampah sembarangan dan tidak sesuai jadwal menjadi penyebab utama terus munculnya titik-titik penumpukan baru.
“Kami mengajak masyarakat untuk lebih disiplin dalam mengelola sampah rumah tangga. Buanglah sampah pada tempat dan waktu yang telah ditentukan. Lingkungan bersih adalah tanggung jawab bersama,” tegas Ferry.
Sebelumnya, pemerintah daerah telah mengerahkan alat berat ke TPS Kotabumi Ilir untuk menangani tumpukan sampah yang meluber hingga ke Jalan Raya Abung Timur.
Langkah ini diambil karena metode manual tidak lagi sebanding dengan volume sampah yang terus meningkat.
Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta ini menjadi bukti bahwa penanganan sampah membutuhkan kerja sama lintas pihak.
Tanpa perubahan perilaku masyarakat dan dukungan berbagai elemen, persoalan sampah dikhawatirkan hanya akan berpindah lokasi tanpa pernah benar-benar terselesaikan.(*)



