Pemerintah Bangun 100 Gudang Modern Bulog, Perkuat Cadangan Beras Nasional

Pemerintah Bangun 100 Gudang Modern Bulog, Perkuat Cadangan Beras Nasional
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman

LAMPUNGKU.ID, JAKARTA Pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan Badan Pangan Nasional membangun 100 gudang modern milik Perum Bulog untuk memperkuat sistem penyimpanan cadangan pangan nasional, khususnya beras.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa proyek tersebut telah disetujui dengan nilai anggaran sekitar Rp5 triliun.

“Ada pembangunan gudang baru untuk Bulog di 100 titik dengan nilai Rp5 triliun dan sudah disetujui pemerintah,” ujar Andi Amran dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Jakarta. Rabu,(10/6/2026).

Ia menjelaskan gudang yang dibangun menggunakan teknologi modern sehingga mampu menjaga kualitas beras dalam jangka waktu lebih lama.

“Gudang ini dirancang dengan sistem penyimpanan yang lebih baik. Minimal beras dapat bertahan dua tahun, bahkan bisa sampai tiga tahun tanpa penurunan kualitas yang signifikan,” katanya.

Menurut Amran, pembangunan gudang modern tersebut akan meningkatkan keamanan cadangan pangan pemerintah sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di pasar.

“Penyimpanannya jauh lebih baik dibandingkan saat ini. Sistemnya sudah modern dan mendukung ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, menyoroti adanya laporan penurunan mutu beras yang disimpan terlalu lama di gudang Bulog. Ia menyarankan agar beras yang telah disimpan lebih dari satu tahun dapat dialihkan penggunaannya.

“Tolong dipertimbangkan agar beras yang sudah terlalu lama disimpan bisa dimanfaatkan sebagai pakan, sehingga kualitas cadangan pangan tetap terjaga,” katanya.

Direktur Utama Perum Bulog, Agmad Rizal Ramdhani, menegaskan kesiapan pihaknya menjalankan program tersebut secara profesional dan akuntabel.

“Program ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat sistem logistik dan ketahanan pangan nasional,” ujar Rizal.

Program pembangunan ini akan tersebar di 92 kabupaten dengan total anggaran sekitar Rp5 triliun. Rinciannya, sekitar Rp4,4 triliun dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur utama dan sekitar Rp560 miliar untuk mekanisasi, otomatisasi, serta sistem teknologi informasi.

Infrastruktur yang dibangun meliputi gudang penyimpanan, silo gabah dan jagung, mesin pengering (dryer), Rice Milling Unit (RMU), serta fasilitas pengolahan dan pengemasan beras.

Pembangunan diprioritaskan di sentra produksi pangan seperti Lampung, Pulau Jawa, dan Sulawesi Selatan. 

Sementara di wilayah kepulauan seperti Natuna, Rote, dan Tidore, fokus diarahkan pada gudang penyimpanan untuk menjaga stabilitas pasokan.(*)

Editor: Muklis