Azwar Hadi Targetkan Angka Stunting Lampung Timur Turun Signifikan pada 2026
LAMPUNGKU.ID, LAMPUNG TIMUR Wakil Bupati Lampung Timur, Azwar Hadi, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan tengkes (stunting).
Selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), ia memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Triwulan II Tahun 2026 guna memperkuat sinergi lintas sektor di Aula Bappeda Lampung Timur, Senin (20/7/2026).
Dalam arahannya, Azwar Hadi menyampaikan bahwa penurunan angka stunting bukan sekadar tugas satu instansi, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh pemangku kepentingan.
Ia mematok target penurunan yang ambisius untuk tahun ini agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat.
"Kita telah bekerja maksimal dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun angka stunting terus melandai, penurunannya belum terlalu tajam. Saya berharap tahun ini ada capaian yang lebih signifikan, setidaknya mampu turun sebesar 3 hingga 4 persen," ujar Azwar Hadi di hadapan jajaran kepala OPD.
Wabup Azwar juga menginstruksikan agar program penanganan stunting menjadi prioritas utama yang tidak terganggu oleh kebijakan efisiensi anggaran. Menurutnya, pemenuhan gizi anak dan kesehatan ibu adalah investasi jangka panjang untuk mencetak generasi berkualitas di masa depan.
Selain aspek anggaran, Azwar menyoroti pentingnya validitas data di lapangan. Ia meminta Dinas Kesehatan memperketat pengawasan terhadap kinerja bidan desa dalam mendata keluarga berisiko stunting.
"Keberhasilan program ini sangat bergantung pada keakuratan data. Jangan sampai laporan yang masuk tidak sesuai dengan realitas di lapangan, karena hal tersebut akan memengaruhi proses evaluasi dari pemerintah pusat," tegasnya.
Di sisi lain, Azwar menekankan peran penting Kementerian Agama dalam mengedukasi calon pengantin. Ia menilai pernikahan usia dini menjadi salah satu faktor risiko utama lahirnya bayi stunting.
"Pencegahan harus dilakukan dari hulu. Edukasi bagi calon pengantin sangat krusial agar mereka memahami risiko kesehatan, baik bagi ibu maupun anak, jika memaksakan menikah di usia yang terlalu muda," imbuh Azwar.
Kepala Dinas P3AP2KB Lampung Timur, Suwanto, menambahkan bahwa rakor ini bertujuan untuk memetakan kembali intervensi spesifik di wilayah lokus (lokasi fokus) stunting. Untuk tahun 2026, terdapat 10 desa yang menjadi prioritas utama.
Desa-desa tersebut meliputi lima desa di Kecamatan Metro Kibang (Desa Purbosambodo, Kibang, Margototo, Sumber Agung, dan Jayaasri), serta Desa Pakuan Aji (Sukadana), Desa Sidorejo (Sekampung Udik), Desa Tritunggal (Waway Karya), Desa Nibung (Gunung Pelindung), dan Desa Buana Sakti (Batanghari).
"Melalui kolaborasi yang solid, kami optimistis konvergensi program dapat berjalan optimal sehingga target penurunan stunting di Lampung Timur tercapai sesuai harapan," tutup Suwanto.(*)

