Jalan Poros Pekalongan–Batanghari Jadi Kubangan Lumpur, Warga Desak Bupati Tepati Janji

Jalan Poros Pekalongan–Batanghari Jadi Kubangan Lumpur, Warga Desak Bupati Tepati Janji
Kondisi Jalan poros Pekalongan–Batanghari di Lampung Timur Rusak Parah

LAMPUNGKU.ID, LAMPUNG TIMUR Kondisi jalan poros kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Pekalongan dan Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, kian memprihatinkan. Pada Kamis (23/4/2026), ruas jalan ini tampak rusak parah dan menyerupai kubangan lumpur karena dipenuhi lubang besar yang tergenang air.

Kerusakan paling parah terjadi di Desa Sidodadi, Kecamatan Pekalongan. Di desa ini, setidaknya terdapat dua titik ruas jalan yang kondisinya sangat parah sehingga warga mengalami hambatan serius saat melintas, baik untuk mengangkut hasil pertanian maupun untuk berbagai aktivitas harian, seperti berangkat ke sekolah.

Akibat kerusakan tersebut, para pelajar yang melintasi jalan ini menuju sekolah harus ekstra hati-hati. Permukaan jalan yang berlubang, licin, dan tergenang air membuat perjalanan menjadi lambat dan berbahaya.

Sejumlah warga menegaskan, jalan poros kabupaten ini merupakan akses utama bagi warga di dua kecamatan.  

"Jalan ini sangat vital karena menjadi akses warga untuk mengeluarkan hasil pertanian dan juga jalan utama untuk pendidikan,” ujar seorang warga setempat kepada awak media.

Warga khawatir, jika tidak segera diperbaiki, kerusakan jalan akan semakin parah, terlebih pada musim hujan seperti sekarang. Jalan yang berlumpur, licin, dan dipenuhi genangan air di tengah badan jalan dinilai berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Habib, warga Desa Sidodadi, mengungkapkan bahwa beberapa waktu lalu Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, sempat meninjau langsung kondisi jalan tersebut.  

“Beberapa waktu yang lalu, jalan poros ini pernah ditinjau oleh Ibu Bupati Lampung Timur, Ella Siti Nuryamah. Kami sangat gembira karena mengira dengan kedatangan Ibu Bupati, jalan ini akan segera diperbaiki,” kata Habib.

“Nyatanya sampai sekarang belum ada tanda-tanda jalan ini akan segera diperbaiki, padahal kami sangat mengharapkan jalan poros ini segera dibenahi,” lanjutnya.

Memet, warga lainnya, menegaskan bahwa jalan tersebut merupakan urat nadi perekonomian masyarakat setempat.  

“Jalan ini sangat vital bagi kami karena menjadi urat nadi perekonomian. Untuk mengeluarkan hasil pertanian, terutama sayuran, kami harus melalui jalan ini untuk dijual ke luar daerah,” ujar Memet.

Selain sebagai jalur ekonomi, jalan poros ini juga menjadi akses utama menuju SMK Negeri 1 Pekalongan. 

“Setiap hari, jalan ini dilewati para siswa untuk kegiatan belajar mengajar,” tambahnya.

Warga berharap dinas terkait segera mengambil tindakan nyata. Mereka mengingat kembali kunjungan Bupati Lampung Timur yang sebelumnya telah berjanji akan memperbaiki jalan tersebut.  

“Harapan kami, pihak dinas terkait bisa segera memperbaiki jalan ini. Beberapa waktu yang lalu Ibu Bupati sudah meninjau dan berjanji akan segera memperbaiki. Kami menunggu realisasinya,” ujar seorang warga lain yang ditemui saat melintas di ruas jalan tersebut.(*)

Editor: Suprapto