Dugaan Arogansi Kepala SPPG Kalibening 2: Bella dan Rehan Alami Trauma Usai PHK Sepihak

Dugaan Arogansi Kepala SPPG Kalibening 2: Bella dan Rehan Alami Trauma Usai PHK Sepihak
Relawan keamanan SPPG Kalibening 2/Syamsul Bahri

LAMPUNGKU.ID, LAMPUNG TIMUR Luka mendalam dan trauma masih membekas di hati Bella Adhe Layunda dan Rehan. Dua tulang punggung keluarga ini harus kehilangan mata pencaharian setelah terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak oleh Kepala Satuan Pelayanan Gizi (SPPG) Kalibening 2.

Meski kasus ini telah dilaporkan ke Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat oleh mitra Dapur MBG, perwakilan Yayasan Suharyanto, hingga Asisten Lapangan Purwanto dan Tenaga Ahli Akuntan Arini, bayang-bayang trauma tetap menghantui kedua korban.

Saat dikonfirmasi pada Minggu (1/2/2026), Bella mengungkapkan rasa syukurnya atas dukungan moril yang diterimanya, meski hatinya masih remuk.

"Terima kasih kepada pihak yang sudah membantu membersihkan nama saya sebagai ahli gizi. Ini penting agar nama saya tidak cacat di instansi mana pun ke depannya," tutur Bella lirih. 

Saat ditanya apakah ingin kembali bergabung, ia mengaku masih butuh waktu. 

"Masih banyak pertimbangan, saya masih sangat trauma."ungkapnya 

Di sisi lain, Rehan kini sedikit bernapas lega. Suharyanto, selaku mitra dapur MBG, telah membantunya mendapatkan pekerjaan baru sebagai security di pabrik tepung miliknya.

"Alhamdulillah, berkat Pak Suharyanto saya sudah kerja lagi. Harapan saya, cukup saya dan Mbak Bella yang mengalami hal pahit seperti ini. Jangan sampai terjadi pada rekan lain," ujar Rehan.

"Saya dipecat hanya karena dianggap terlambat saat diminta mengangkat barang-barang pribadi milik Kepala SPPG. Padahal, itu bukan bagian dari tugas saya di instansi," imbuhnya.

Rehan berharap SPPG Kalibening 2 bisa berbenah dan dikelola dengan lebih manusiawi.

"Kami di sini sudah seperti keluarga. Semoga ke depan lebih maju dan tidak ada lagi kesewenang-wenangan," pungkasnya.

Pemberitaan media Lampungku sebelumnya, Bella yang menjabat sebagai Tenaga Ahli Gizi terpaksa angkat kaki dari SPPG Kalibening 2. Hal ini diduga kuat dipicu oleh tindakan arogan Raga Maulana selaku Kepala SPPG setempat.

Dalam surat pemecatannya, Raga Maulana mengeklaim Bella tidak kooperatif, gagal menjalin komunikasi dengan lingkungan kerja, serta resisten terhadap kritik dari penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, alasan tersebut dirasa janggal dan subjektif.

Nasib pilu juga menimpa Rehan, relawan keamanan (security) di lokasi yang sama. Rehan, yang merupakan tumpuan hidup neneknya yang lumpuh, harus kehilangan pekerjaan hanya karena masalah sepele yang tidak relevan dengan tugas profesinya.