Pemkab Lampung Timur Kawal Pemulihan Siswi Korban Perundungan dan Pastikan Pendampingan Psikologis

Pemkab Lampung Timur Kawal Pemulihan Siswi Korban Perundungan dan Pastikan Pendampingan Psikologis
Sekdakab Lampung Timur Rustam Effendi Kunjungan kepada Korban Perundungan memastikan kesehatan fisik serta stabilitas psikologis korban pascakejadian.

LAMPUNGKU.ID, LAMPUNG TIMUR Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Timur merespons cepat dugaan kasus perundungan dan kekerasan yang menimpa seorang siswi kelas VI sekolah dasar. Kasus ini mencuat setelah rekaman video peristiwa tersebut viral di media sosial dan memicu keprihatinan publik.

Menindaklanjuti arahan langsung Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Timur, Rustam Effendi, meninjau langsung kondisi korban pada Sabtu (18/7/2026). 

Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesehatan fisik serta stabilitas psikologis korban pascakejadian.

Dalam peninjauan tersebut, Sekda didampingi oleh sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas Kominfo Dany Samantha, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Gunardi, Plt. Direktur RSUD KH. Ahmad Hanafiah, Kepala Bagian Hukum Meidia Ulfah, serta Kepala Desa Maringgai Heri.

Rustam Effendi menjelaskan bahwa langkah penanganan telah dilakukan secara simultan sejak kasus ini teridentifikasi pada Rabu lalu. Tim gabungan dari lintas instansi telah dikerahkan untuk memberikan intervensi dini.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan medis awal, kondisi fisik korban dinyatakan stabil. Namun, hari ini kami melakukan pemeriksaan lanjutan guna memastikan tidak ada dampak kesehatan yang tersembunyi, sekaligus memberikan pendampingan psikologis yang intensif," ujar Rustam saat memberikan keterangan di lokasi.

Ia menambahkan bahwa korban kini berada di bawah pengawasan psikolog dan tim Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Hal ini dilakukan guna menjamin proses pemulihan trauma berjalan secara komprehensif.

Selain fokus pada korban, Rustam menegaskan bahwa pemerintah juga akan memberikan pembinaan khusus kepada para terduga pelaku yang juga masih di bawah umur.

"Mereka semua adalah anak-anak kita yang memiliki masa depan panjang. Oleh karena itu, pendekatan persuasif dan pembinaan akan kami lakukan, baik kepada korban maupun pelaku, agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan," tegasnya.

Rustam juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari institusi pendidikan hingga lingkungan keluarga, untuk memperkuat pendidikan karakter bagi anak-anak.

"Kami mengajak semua pihak untuk mengedukasi anak-anak bahwa perundungan adalah tindakan yang tidak terpuji. Kita harus mengedepankan prinsip saling menyayangi dan mengasuh demi menciptakan lingkungan yang aman bagi generasi penerus," imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas P3AP2KB Lampung Timur, Suwanto, mengungkapkan bahwa mediasi antara pihak korban dan pelaku telah dilakukan pada Kamis pagi. Meski demikian, keluarga korban telah secara resmi melaporkan perkara ini ke Unit PPA Polres Lampung Timur, sehingga proses hukum tetap berjalan sesuai prosedur.

Sebagai langkah preventif jangka panjang, Pemkab Lampung Timur akan mengimplementasikan tiga strategi utama: peningkatan kesadaran masyarakat, penumbuhan rasa empati, serta edukasi mengenai konsekuensi hukum perundungan.

Bupati Lampung Timur juga dijadwalkan memimpin rapat koordinasi daring dengan seluruh kepala sekolah di wilayah tersebut untuk memperkuat sosialisasi pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan.

"Pencegahan perundungan adalah tanggung jawab kolektif. Kami berharap para kepala sekolah dapat mengomunikasikan hal ini secara masif kepada guru dan orang tua agar sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk belajar," pungkas Suwanto.(*)

Editor: Muklis