Ratusan Warga Muara Gading Mas Krisis Air Bersih, Aliran PDAM Padam Empat Hari

Ratusan Warga Muara Gading Mas Krisis Air Bersih, Aliran PDAM Padam Empat Hari
Warga Desa Muara Gading Mas Tarmidi Saat Memberikan keterangan Terkait Krisi Air Bersih / Agus Sahroni

LAMPUNGKU.ID, LAMPUNG TIMUR Ratusan warga Desa Muara Gading Mas, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, mengaku kesulitan mendapatkan air bersih sejak kurang lebih empat hari terakhir. 

Air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Way Guruh Unit Pelayanan Labuhan Maringgai tidak lagi mengalir ke rumah-rumah warga sejak Senin, 27 April 2026.

Salah seorang warga Desa Muara Gading Mas, Tarmidi, mengatakan, kondisi tersebut sangat mengganggu aktivitas sehari-hari warga.

“Benar adanya kelangkaan air bersih beberapa hari ini. Kami di sini, masyarakat Muara Gading Mas, sangat kesulitan mendapatkan air bersih,” ujarnya pada Kamis (30/4/2026).

Ia menjelaskan, air PDAM Way Guruh Unit Pelayanan Labuhan Maringgai sudah empat hari tidak mengalir sehingga warga kewalahan memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga.

“Entah mengapa beberapa hari ini PDAM Way Guruh Unit Pelayanan Labuhan Maringgai tidak mengalirkan air ke konsumen di Desa Muara Gading Mas. Sudah empat hari ini, untuk masak, mencuci, mandi, sampai keperluan toilet, kami kesulitan mendapatkan air bersih,” tuturnya.

Menurut Tarmidi, air bersih merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi warga.

“Kita tahu, kebutuhan air bersih sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, apalagi dalam rumah tangga. Kami di sini sangat membutuhkan yang namanya air bersih,” katanya.

Ia menambahkan, satu-satunya sumber air bersih yang diandalkan warga di Desa Muara Gading Mas berasal dari PDAM di Kecamatan Labuhan Maringgai.

“Air bersih bagi kami di sini perkara yang sangat vital. Satu-satunya penunjang air bersih di Muara Gading Mas ini ya dari PDAM di Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur,” ujarnya.

Tarmidi menilai, seharusnya pihak PDAM memberikan pemberitahuan kepada warga apabila terjadi penghentian sementara aliran air.

“Seharusnya ketika air tidak mengalir, pihak PDAM Way Guruh memberi pemberitahuan, terutama kepada konsumen pengguna air bersih di sini. Artinya, kami sebagai konsumen bisa siap-siap ketika ada pemutusan sementara, jadi kami tahu mengapa air ini bisa tidak mengalir,” harapnya.

Ia menyebutkan, sekitar 200 kepala keluarga (KK) di desa tersebut terdampak dan mengalami kesulitan air bersih.

“Sekitar 200 kepala keluarga di desa ini mengalami kesulitan air bersih,” pungkasnya.(*)

Editor: Muklis