PHE Genjot Produksi Migas Nasional Lewat Skema KSOT, 31 Struktur Idle Ditawarkan ke Mitra

PHE Genjot Produksi Migas Nasional Lewat Skema KSOT, 31 Struktur Idle Ditawarkan ke Mitra
Foto Istimewa

LAMPUNGKU.ID, JAKARTA PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina memperkenalkan konsep Kerja Sama Operasi dan/atau Teknologi (KSOT) sebagai strategi baru untuk menggenjot produksi migas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia. Sosialisasi KSOT digelar di Jakarta pada Jumat, (24/4/2026).

KSOT diposisikan sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi struktur idle dan undeveloped discovery melalui kolaborasi dengan mitra dan penyedia teknologi. Inisiatif ini sejalan dengan terbitnya Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 serta PTK SKK Migas Nomor 23 Tahun 2025 yang menjadi landasan regulasi pelaksanaan kerja sama operasi dan teknologi di sektor hulu migas.

Sebagai implementasi awal regulasi tersebut, PHE telah membuka peluang kerja sama pengelolaan sumur idle. Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Idle Wells Batch 1 serta Confidentiality Agreement (CA) untuk Batch 1 dan Batch 2 dengan calon mitra.

Direktur Utama PHE, Awang Lazuardi, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian ESDM dan SKK Migas atas dukungan regulasi yang membuka ruang kolaborasi lebih luas.

“KSOT merupakan bagian dari strategi kami untuk mendukung kemandirian energi dan meningkatkan produksi migas nasional. Kami mengundang para mitra dan penyedia teknologi untuk berpartisipasi aktif dalam peluang kerja sama ini,” ujar Awang.

Ia menegaskan, dalam setiap pelaksanaan KSOT, PHE berkomitmen menjunjung tinggi prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan menempatkan aspek HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) sebagai prioritas utama.

“Tidak ada kepentingan bisnis perusahaan yang begitu penting sehingga kita harus mengorbankan aspek HSSE,” tegas Awang.

Ia juga mengajak seluruh mitra untuk menginternalisasi semangat keselamatan kerja dalam setiap aktivitas operasional migas.

Dalam kesempatan itu, PHE juga mengumkan rencana pembukaan kerja sama pengelolaan struktur idle dan undeveloped discovery yang ditandai melalui sosialisasi kepada calon mitra. Sebanyak 31 struktur yang tersebar di Regional 1 hingga Regional 4 akan ditawarkan dalam skema kerja sama ini dan dibagi ke dalam dua batch penawaran.

Melalui sosialisasi KSOT, PHE berharap para calon mitra dapat memahami konsep kerja sama ini secara utuh, termasuk peran krusial HSSE dalam memastikan operasi yang aman, andal, dan berkelanjutan. Kolaborasi yang terjalin diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi migas nasional sekaligus menjaga keselamatan pekerja dan kelestarian lingkungan.(*)

Editor: Muklis