PHE OSES dan Pemkab Lampung Timur Kolaborasi Hidupkan Benteng Alami Pesisir Melalui Konservasi Mangrove
LAMPUNGKU.ID, LAMPUNG TIMUR Upaya menjaga kelestarian lingkungan pesisir di Kabupaten Lampung Timur kini memasuki babak baru. PT Pertamina Hulu Energi OSES (PHE OSES) menjalin kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur untuk mengembangkan demplot mangrove seluas dua hektare di Dusun V, Desa Muara Gading Mas, Kecamatan Labuhan Maringgai.
Program ini dirancang sebagai benteng alami untuk menangkal abrasi sekaligus meminimalisir dampak banjir rob yang kerap mengancam kawasan tersebut.
Peresmian demplot tersebut dilakukan secara simbolis oleh Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, pada awal September lalu. Acara ini dihadiri oleh jajaran pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, civitas akademika UNU Lampung, serta perwakilan perusahaan.
Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menegaskan bahwa kehadiran kawasan mangrove merupakan langkah krusial dalam mitigasi bencana. Ia menekankan bahwa keberhasilan konservasi tidak hanya bergantung pada penanaman bibit, tetapi juga pada penguatan tata kelola lingkungan secara menyeluruh.
"Kita akan jadikan kawasan mangrove ini sebagai pelindung, salah satunya untuk membantu meminimalisir banjir rob yang sering terjadi. Selain itu, komunitas-komunitas mangrove harus dihidupkan kembali. Kami akan membina ekosistem mangrove dan tata kelola sampahnya secara terintegrasi," ujar Ela saat peresmian berlangsung, Kamis (3/9/2026).
Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur berencana menerapkan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF). Langkah ini bertujuan agar sampah pesisir dapat diolah menjadi bahan bakar alternatif, sehingga memiliki nilai guna dan tidak lagi mencemari ekosistem.
Head of Communication Relations & CID PHE OSES, Danya Dewanti, menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaan merupakan manifestasi komitmen untuk tumbuh bersama masyarakat. Menurutnya, sinergi lintas sektor adalah kunci utama keberlanjutan program.
"Kami percaya bahwa upaya memperkuat ekosistem pesisir akan memberikan dampak yang lebih berkelanjutan apabila dilakukan melalui kolaborasi erat dengan pemerintah daerah, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan. Melalui inisiatif ini, kami berharap mangrove dapat tumbuh menjadi benteng alami pesisir sekaligus mewariskan lingkungan pesisir yang lebih lestari bagi generasi mendatang," tutur Danya.
Ke depan, kawasan konservasi di Muara Gading Mas ini diproyeksikan tidak hanya berfungsi sebagai pelindung ekologis, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat. Sinergi ini diharapkan mampu memupuk kesadaran warga dalam menjaga lingkungan tempat mereka menggantungkan kehidupan, sekaligus memastikan kelestarian pesisir Lampung Timur tetap terjaga bagi generasi mendatang.(*)

