Tiang Listrik Kembali Terbakar di Batanghari Nuban, Warga Kecewa Respons Lamban PLN

Tiang Listrik Kembali Terbakar di Batanghari Nuban, Warga Kecewa Respons Lamban PLN
Tiang listrik mengeluarkan api

LAMPUNGKU.ID, LAMPUNG TIMUR Warga Dusun 2, Desa Gedung Dalem, Kecamatan Batanghari Nuban, digegerkan dengan insiden kebakaran pada tiang listrik yang terletak tepat di depan rumah salah satu warga, Minggu (8/11/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Api yang sempat berkobar cukup besar memicu kepanikan di lingkungan sekitar.

Meskipun warga telah segera menghubungi pihak PLN melalui sambungan telepon dan mendapatkan konfirmasi bahwa petugas akan segera meluncur, bantuan yang diharapkan tak kunjung tiba. Hingga satu jam lebih berlalu, petugas PLN dari Kapel Pekalongan belum juga tampak di lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.

Sapuan, warga pemilik lahan tempat tiang listrik tersebut tertanam, mengaku sangat kecewa dengan pelayanan pihak PLN. Menurutnya, respons petugas dinilai sangat lambat dalam menangani laporan darurat warga.

"Kalau seperti ini kondisinya, saya meminta supaya tiang listrik itu segera dipindahkan dari halaman rumah saya. Ini sudah dua kali terjadi kebakaran," tegas Sapuan saat ditemui di lokasi.

Sapuan menambahkan bahwa dirinya masih trauma mengingat kejadian kebakaran pertama, yang saat itu masih disertai dengan keberadaan trafo di tiang tersebut. Rasa takut akan risiko bahaya yang lebih besar membuatnya merasa tidak lagi aman jika tiang tersebut tetap dibiarkan berada di depan rumahnya.

"Kejadian ini kembali terulang dan pihak PLN sangat lamban merespons laporan kami. Saya benar-benar khawatir hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Oleh karena itu, saya merasa keberatan jika tiang tersebut tidak segera dipindahkan," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, kekecewaan warga semakin bertambah lantaran sampai saat ini belum ada satu pun petugas PLN yang datang ke lokasi kebakaran. Warga sangat berharap pihak berwenang segera melakukan tindakan preventif agar insiden serupa tidak kembali terulang dan membahayakan keselamatan warga sekitar.(*)

Editor: Muklis