Festival Budaya Sekappung Limo Migo II Perkuat Identitas Adat Lampung
LAMPUNGKU.ID, LAMPUNG TIMUR Masyarakat adat Sekappung Limo Migo kembali menggelar Festival Budaya Sekappung Limo Migo II di Taman Purbakala Pugung Raharjo, Kabupaten Lampung Timur, Minggu (28/6/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat pelestarian budaya Lampung sekaligus memperkenalkan kekayaan adat kepada generasi muda.
Festival yang mengusung tema “Integritas Budaya Adat Lampung Sekappung Limo Migo, Kepribadian Nasional Berakar pada Kearifan Lokal” ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Lampung Timur Rustam Effendi, Ketua DPRD Rida Rotul Aliyah, Ketua TP PKK Huzaimah, tokoh adat, serta masyarakat.
Berbagai pertunjukan seni, tradisi, dan budaya khas Lampung ditampilkan sebagai bentuk komitmen masyarakat dalam menjaga warisan leluhur di tengah arus modernisasi.
Ketua Pelaksana, Ibrahim Restusaka gelar Pangeran Ngukup, menyampaikan bahwa festival ini terselenggara berkat dukungan berbagai pihak.
“Kegiatan ini merupakan festival yang kedua kali digelar dengan tujuan memperkenalkan budaya adat wilayah Kebandaran Sekappung Limo Migo. Kami berharap budaya ini terus menjadi bagian dari budaya nasional yang tetap lestari,” ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan datang dari Bandar Marga Sekappung Limo Migo, penyimbang adat, Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, serta 23 kepala desa di Kecamatan Sekampung Udik dan Marga Sekampung.
Keratuan Darah Putih, Gusti Putra Aji bergelar Ratu Batin Ratu Raden Imba Kesuma Ratu V, mengapresiasi dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya.
“Festival ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi agenda budaya unggulan yang mampu memperkenalkan adat Lampung kepada masyarakat luas,” katanya.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada Yus Darmawangsa yang akan disahkan sebagai Kepala Bandar Kebandaran Sekappung Limo Migo.
Sekretaris Daerah Lampung Timur, Rustam Effendi, menegaskan bahwa festival ini merupakan bagian dari identitas masyarakat.
“Melalui festival ini kita diajak untuk melestarikan adat serta menggali kembali akar kebudayaan yang membentuk identitas masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga budaya.
“Mari jadikan generasi muda bukan hanya sebagai penonton, tetapi sebagai pelaku dan pewaris budaya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, Tony Ferdinansyah, yang mewakili Gubernur Lampung menyatakan bahwa budaya memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah.
“Festival budaya mampu menjadi magnet wisatawan. Ketika wisatawan datang, UMKM bergerak dan ekonomi masyarakat ikut tumbuh,” katanya.
Festival Budaya Sekappung Limo Migo II diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang tidak hanya menjaga kelestarian budaya, tetapi juga mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Lampung Timur.(*)

