Pesan Bupati di UKW PWI Lamtim: Kompetensi Wartawan Jadi Benteng Hadapi Hoaks

Pesan Bupati di UKW PWI Lamtim: Kompetensi Wartawan Jadi Benteng Hadapi Hoaks
Sekda Lampung Timur Rustam Effendi saat membacakan sambutan Bupati Lampung Timur sekaligus membuka UKW Madya Angkatan 39 di PWI Lampung Timur/foto Suprapto

LAMPUNGKU.ID, LAMPUNG TIMUR Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan profesionalisme wartawan di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi serta maraknya penyebaran berita bohong atau hoaks.

Pesan tersebut disampaikan Bupati Ela dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Lampung Timur Rustam Effendi pada acara pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Madya angkatan ke-39 di Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lampung Timur, Senin (14/9/2026).

Acara pembukaan UKW tersebut dilakukan Sekda Rustam Effendi mewakili Bupati Lampung Timur. Kegiatan ini dihadiri Ketua PWI Provinsi Lampung Wirahadikusumah, Ketua PWI Lampung Timur Muklis, perwakilan Forkopimda, lembaga vertikal, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan Manager Communication, Relations and CID Regional Jawa PT PHE OSES, Pinto Budi Bowo Laksono, yang hadir secara daring melalui Zoom.

Dalam sambutan tertulisnya Bupati Ela menyampaikan apresiasi kepada PWI Kabupaten Lampung Timur atas komitmennya meningkatkan kapasitas dan profesionalisme para wartawan.

Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada PHE OSES atas dukungan dan sinergi yang diberikan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, kolaborasi antara dunia usaha, organisasi profesi, dan pemerintah daerah perlu terus dikembangkan agar memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Bupati menegaskan wartawan dituntut tidak sekadar cepat tetapi akurat. Selain itu, dia juga mengatakan Pers adalah mitra strategis pemerintah dan sebagai kontrol sosial.

“Karena itu, kompetensi wartawan menjadi sebuah kebutuhan yang sangat penting. Wartawan tidak hanya dituntut mampu menyampaikan informasi dengan cepat, tetapi juga harus mampu memastikan bahwa informasi yang disampaikan akurat, berimbang, objektif, faktual, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

“Di sisi lain, pers juga memiliki fungsi kontrol sosial. Dengan kritik yang disampaikan secara objektif, proporsional dan berdasarkan fakta, dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah, untuk memperbaiki pelayanan dan meningkatkan kualitas pembangunan,” kata Ela.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur berkomitmen membangun hubungan kemitraan yang sehat dengan insan pers, dengan tetap menjunjung tinggi independensi dan profesionalisme jurnalistik.

Kepada para peserta dia meminta agar menjadikan UKW sebagai kesempatan untuk mengukur kemampuan sekaligus meningkatkan kapasitas diri sebagai wartawan profesional.(**)

Editor: Suprapto