Waspada! Indonesia Diterjang Cuaca Ekstrem: Banjir Mengintai Pesisir, Suhu Panas Membara
LAMPUNGKU.ID, LAMPUNG TIMUR Indonesia bersiap menghadapi serangkaian cuaca ekstrem yang mengkhawatirkan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat, angin kencang, gelombang tinggi, hingga suhu udara yang panas menyengat di berbagai wilayah.Berlaku, Kamis (23/10/2025).
Siklon tropis yang semula mengkhawatirkan kini melemah, namun dampaknya masih terasa.
"Siklon ini memang meluruh, tetapi tetap memicu daerah pertemuan angin yang dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan," ujar Ranty Kurniati, analis BMKG, dalam konferensi pers. Selasa (22/10/2025).
Ancaman Banjir Pesisir Meningkat
Kombinasi antara pasang air laut dan gelombang tinggi berpotensi menyebabkan banjir di sejumlah wilayah pesisir. BMKG mencatat wilayah-wilayah yang perlu waspada, antara lain:
Sumatera Utara,Lampung,Banten,DKI Jakarta,Jawa Barat,Bali,Kalimantan Utara,Kalimantan Selatan,Sulawesi Utara,Maluku
Suhu Panas Ekstrem Mengintai
Selain ancaman banjir, beberapa kota diprediksi akan mengalami suhu panas yang ekstrem.
"Kami mengimbau masyarakat di Pontianak, Mataram, dan Kupang untuk berhati-hati, karena suhu bisa mencapai 32-35 derajat Celcius," kata Ranty Kurniati.
"Pastikan untuk menjaga hidrasi dan gunakan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan."
Hujan Lebat dan Angin Kencang di Berbagai Daerah
Potensi hujan sedang hingga lebat juga perlu diwaspadai di wilayah Aceh, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, dan Papua Pegunungan.
Angin permukaan dengan kecepatan lebih dari 25 knot terpantau di Samudra Hindia barat daya Banten, yang dapat meningkatkan tinggi gelombang.
Imbauan BMKG
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi Info BMKG atau situs resmi BMKG (www.bmkg.co.id).
"Informasi yang kami sampaikan adalah gambaran umum. Untuk detail yang lebih spesifik, pantau terus perkembangan cuaca setiap jam," pungkas Ranty Kurniati.(*)



